Di sini senang disana-senang dimana-mana hatiku senang
Disini senang-disana senang di mana-mana hatiku riang
lala la lala lala
lala la lala lala
lala la lalala
lala lala…. ( lagu teka berkicau)
diatas adalah sederet bait lagu yang sering dan mungkin salah satu
yang populer dengan anak-anak diusianya dan pada zamanya, tau zaman sekarang,
masih tenar g itu lagu.
Sempet ngiri liat anak-anak sekolah TK pada waktu itu, emang sekolah dengan rumah g
jauh-jauh
amat seh, ya…kira-kira dua ratus meteran lah dari rumahku. Klo pas harinya, (gua g inget itu
harinya apa, masih g kenal ma hari emang, apalagi penanggalan, buta banget…..)
ada moment dimana Guru ama anak yang digurui keluar dari tempatnya, untuk
sekedar keliling kampung sambil nyanyi-nyanyi bait diatas, dan lagu TK berkicau tenar laenya, selain
bikin anak-anak sehat keluyuran dijalan, Mungkin juga ini salah satu strategi promosiin
sekolahnya pada waktu itu, dan gw salah satu yang kemakan ama itu promosi
(pengen sekolah maksudya), mengingat pada waktu itu ga ada media untuk promosi,
paling – paling yang paling kenceng lewat radio, dengan mendatangkan anak didik mereka ke pemancar radio untuk sekedar nyanyi, baca
puisi, bahkan ampe nangis segala
karena anak yang dapat giliran g tahu harus berbuat apa ditambah lagi dicekokin
microfon yang emang ukuranya g umum untuk ukuran rata-rata (grogi berat bin
demam panggung bahasa halusnya).
Hmm….senengnya klo bisa sekolah, dalam hatiku, jadilah
merengek-rengek ke orang tuaku minta sekolah, karena emang umur belum cukup (
enam tahun keatas ), mau tak mau aku harus bersabar memendam keinginanku yang
sebenarnya udah menggebu-gebu mendidih dalam otakku.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan
bulan berganti tahun, singkat cerita…, setelah umurku masuk dalam katagori persyaratan
masuk Taman Kanak-Kanak, akhirnya masuklah aku
kesekolah itu, seperti yang pernah aku sampein, itu sekolah kira-kira dua ratus meteran dari
rumahku, sekolah yang gabung jadi satu dengan sekolah menengah tingkat atas ,
klo pas hari senin ampe kamis Pake
seragam putih biru, klo jumat pake pramuka. Wes mantap….keren abis . sambil
tentengin tempat minum, dan tas isi bekal untuk makan pas jam istirahat sekolah.
(Sssstt…. Kayaknya yang baca ini tulisan, ada yang alumni sekolah diatas…!!!
Mohon maaf udah buka sekolah kita, promosi sekalian maksudnya).
hari pertama
hari pertama masuk, aku dianter Bapak tanpa didampingi ibuku, pertama kali menginjakkan kaki, jadi
perhatian anak-anak yang laen yang lebih dulu masuk diatasku, kikuk juga ya
rasanya, maklum masih baru ( apalagi belum kenal itu yang namanya Meditasi,
tambah buyar udah) g pernah maen dengan anak-anak seusianya maenya ma anak-anak
gede, iyalah lah wong dulunya rumah
deket tempat kost2an anak sekolah tingkat atas, ya maenya ama anak gedean, masih perlu adaptasi.
Teng-teng-teng-teng-teng-teng…….
Suara lonceng tanda kelas mau dimulai, ingat betul itu lonceng mirip
lonceng buat jualan es yang gulanya pake pemanis buatan, pas nulis ini pikiranku jadi inget loncengnya Bapak Santa Clause, (orang
tua dengan jenggot putih menghiasi dagu, baju merah dan tak lupa topi khas musim salju yang dalam
legendanya selalu muncul membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak diwaktu malam
Natal, mungkin ini yang lebih tepat, dan sepertinya
sekarang udah punah tuh lonceng, udah g zamannya lagi, udah digeser ma speaker
es cream yang
lebih modern, ( tu…lalit tu…lalit, semakin tulalit, kira kira gitu suara
speaker esnya) mungkin anak-anak yang seusiaku dulu pernah jumpain tuh model
lonceng.
Dan akhirnya Anak-anakpun pada masuk kelas, seusai dibariskan dulu
tentunya, dan aku harus menangis karena
ditinggal Ayahku, hu..hu..hu.. (buka aib sendiri neh gw), masih belum terbiasa
dengan lingkungan yang baru rupannya, masih perlu adaptasi ama atmosfer planet
baru,
dikelas gw paling diem, n anteng, Cuma bisa perhatiin temen-temen
yang laen dengan semangat empat limanya berlari-lari kesana-kemari, bikin
kegaduhan dikelas, yang sini diem, yang sono buka suara, yang sini ejek-ejekan
, yang sono apalagi, untung Gurunya g ikut-ikutan kaya muridnya buka suara,
bisa-bisa ada istilah Guru kencing berdiri, muridnya pada kencing berlarian.
Wah…. situasi dan kondisi Galaksi
Bima Sakti emang kacau balau pada waktu itu, tidak
berjalan pada tempatnya, tidak berjalan sesuai dengan alur atau aturan yang ada. Emang perlu dihadirkan hewan satu yang suka menggonggong, biar pada focus ama ibu
Gurunya ( yang ngajar g ada yang laki-laki lg, mungkin memang untuk TK, yang
cucok pake Guru Perempuan, sesuai fitrahnya, penuh kasih sayang, bahasa kerenya
Nature, kalo yang ngajar laki-laki, mungkin itu anak-anak udah kelempar kesana
kemari ( klo bahasaku….= Banting aja banting….!!!)
Disini penulis inget kejadian yang sampe sekarang g bisa lupa,
malunya g ketulungan, (ternyata meski masih TK,
punya rasa malu juga ya….
Malu-maluin maksudnya)
Ceritanya begini, saat itu ada jam, yang dikhususkan untuk
permainan, tergantung maunya si Guru, lagi-lagi kita hanya penggembira, disuruh
kesana mau, disuruh ke sini mau, bener-bener Samikna Wa Athoqna ( kami
dengar…. Kami patuh!!!)
Bu Guru : “Anak-anak…. Semuanya baris…..!!! “
Butuh kesabaran untuk menghadapi situasi dan kondisi seperti ini….
Dan lagi-lagi jangan ikutkan itu makhluk bernama laki-laki turut serta
menangani perkara ini, bisa dibanting itu anak.
Yang didepan rapi … yang belakang lari-lari…. Yang belakang rapi…. Yang ditengah ketularan
lari-lari….. ( itu guru kira-kira dari tadi udah ambil napas dalam-dalam….. and
keep di hara…. = Keep no mind)
Klo g bisa diemin murid bukan guru namanya, dan akhirnya keluarlah
jurus andalanya Sambil mengeluarkan
suara keras laen dari biasanya .
Bu Guru ”Anak-anak…..
siapa yang ingin pinter…..!?!?!?”
kontan anak-anak yang mau dengar angkat tangan “ saya Bu Guru…….!!!”
BagussssZZzzzzz…….(cukup mengurangi kesemerawutan Galaksi Bima Sakti kala
itu)
Bu
Guru : “hayo……!!!
itu yang disana ……. Pelor!!! (anggep aja namanya pelor, gw udah g inget itu
nama) “mau
pinter kagak…..???!!!! “(logatnya aku ganti pake dialek betawi ya)
si Pelor : “ Mau…Bu….”
(Yang jelas cukup
membuat suasana agak tenang, meski tidak 100%. )
Bu
Guru : “Sekarang
baris yang rapi….. hari ini kita maen kereta api kereta apian….!!!” ( permainan dimana Guru
berada paling depan, kemudian anak-anak yang berbaris, tangannya menaruh
dipundak temanya yang ada didepan, kemudian berjalan mengikuti kepala kereta
api, dalam hal ini Bu guru tentunya )
Anak
TK : “Hore…….”
(anak-anak
kegirangan)
dasar anak-anak TK, ditawarin apa aja jawabanya hore…. , klo
ditawarin sate kuda, lalapan bunglon, gorengan kadal, ma sop ular, yakin itu
jawaban pasti “HORE…. !!!” PERCAYALAH…PERCAYALAH…..
Permainanpun
dimulai….
G tau kenapa itu ibu guru tiba-tiba datang dan raih tanganku yang
sebenarnya udah cukup lelah karena berdiri lama menunggu tenangnya suasana Galaksi
Bimasakti disana, g tau deh atas pertimbangan apa Bu Guru waktu itu
tertarik ke aku, mungkin karena aku diem waktu itu, (emang dasarnya aku diem). Mungkin maksudnya biar aq bisa cepet adaptasi ma
lingkungan sekolah, and ama Gurunya kali , ato mungkin karena aku lucu, terus terang … waktu itu
aku termasuk yang paling bulet model dan ukuranya (gendut tralala), hmmm …mungkin
itu cukup menarik perhatian Ibu Guru.
Dan tanganku dipegang ditaruh pada pinggul Bu Guru,
Bu
Guru : anak-anak....semuanya taruh tanganya di pundak temenya masing-masing….(pinta Bu
Guru)
Satu….
Dua…. tiga….( Bu Guru memberi komando menyanyi)
Naik
kereta api tut tut tut……….
Si….apa
hendak turut………
Ke
Bandung….. Surabaya…..
(padahal kita ada di Banyuwangi kala itu)
Bolehlah….
Naik dengan percuma…..
A…yo kawan
cepat naik…..
Kretaku
tak berhenti lama………( lagu Taman
nak-kanak tenar fersi lainya)
Bu Guru yang paling depan, yang kedua diriku, deretan ketiga
seterusnya temen-temenku,(cukup panjang gerbong keretanya) awalnya perjalanan
kereta api aman-aman saja, g ada kendala, g ada sesuatu yang bikin sesak
didada,
Tut.. tut… (berimajinasi
membayangan naek kereta api, sambil menirukan suara yang biasa timbul ketika
kereta api berjalan ) kereta api membuat busur
lingkaran, mau putar balik maksudnya, biar g nabrak tembok pembatas Sekolah,
disini awal mula tragedy terjadi, celana yang ku pakai sekolah kedodoran,tangan
kiri dan kanan yang semula berada pada pinggul Bu Guru, kini tinggal tangan kiriku
yang ada disana ( pinggul) sedang tangan kananku berusaha dengan keras mempertahankan
posisi celana agar tidak berpindah dari tempatnya ( pegangin celanaku, maklum
ibuku beli celana kebesaran, dan sabuk yang harusnya di pakai kala itu tidak diikutkan kesekolah, jadinya
itu pengait celana klo buat jalan bawaanya pengan lepas dari tempatnya,
berontak dia, mo makar dia, g nurut ama Juragannya, g nurut ama peraturan yang
berlaku, yang seharusnya tugas dia nyantol di tempat, biar celana yang gw pake g kedodoran, malah jadi kedodoran) dan
anak-anak yang berbaris sesudahku menjadikan hal itu hiburan bagi mereka.
sungguh ironis, jari kelingking, manis, dan tengah ditekuk/ posisi
menggenggam, telunjuk dan jempol diluruskan, (jadinya kaya pistol) yang awalnya
ditujukan kepada teman yang ada disampingnya, gara-gara ada salah satu teman
yang ngotot mengarahkan moncong pistolnya kearahku, seperti tentara yang
dikomando, mereka yang lain dengan serta merta mengarahkan itu ujung pistol
tepat dibawah pusarku….. Dor!!! Dor!!! Dor!!! Dor!!!... (suara mereka saling bersahutan, naik kereta
sambil membayangkan jadi koboi jalanan ) hadu……. Dunia serasa kiamat…. Belon
lagi Bu Guru dengan keras hati berkehendak memposisikan tangan kananku supaya
tepat pada pinggulnya, lengkaplah sudah penderitaan ini, tangan yang seharusnya
menahan celanaku agar tidak kedodoran akhirnya lolos juga, udah jatuh ketimpa
tangga, udah celana jatuh di tanah, anak-anak memainkan pistolnya tambah
meriah….. ,
naik turun naik turun itu celana ceritanya, ketika tangan kananku berhasil
memegang celana, saat itu pula posisi celanaku berada pada tempatnya=naik
pada saat Bu Guru berhasil memegang tangan kananku untuk diposisikan
pada pinggulnya, pada saat itu pula posisi celanaku turun derajatnya ada
ditanah (secara g langsung itu celana ikut andil menjaga kebersihan sekolah,
dari fungsinya menutup bagian bawah pusar, pas turun ke bawah jadi sapu sekolah
dia).
Bu Guru…… gimana sih..…. Bukanya mengamati situsai kondisi gerbong
dibelakangnya malah sibuk ama nyanyi-nyanyi dia….. Bu Guru kan jadi Masinisnya,
harusnya awase downk….. hu…hu…hu…. ( bener-bener buka aib lagi gw) hu..hu..hu.. koteka
gw pada kemana-mana neh..…. udah ancur tuh koteka dihajar pistol Koboi sebelah.
coba aja sekarang itu anak-anak mainin pistol dibawah pusarku, , tak
koshi nage bener itu anak!!!
Suerr Samber GledekKKkkk…….
Kepada pembaca yang budiman,Cerita Taman Kanak-kanak
kita setop sampe disini dulu, banyak ingatanku ma TK
kicau pudar, selain itu g ada yang istimewa sih dengan peristiwanya. Dan bagi
temen-temen yang pernah sekolah Taman
Kanak-kanak, selamat mengingat-ingat kembali masa itu, dan yang g pake sekolah Taman Kanak-kanak = itu derita
lu…
Catatan :
Tolong …
Please…..
Onegaishimasu…….
Jangan ungkit-ungkit masa TK Kicauku ini pas kita ketemu nanti ya….
(malu tau…!!!)
met kenal, wah, baca tulisannya agak sulit buat saya nih. huruf hitam latar belakang transparan ada gambar gunung
BalasHapus